Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Cegah Kerugian Peternak Mandiri, Bapanas Siap Intervensi Harga Ayam dan Telur yang Anjlok

Published

on

Majalahtani.com – Pemerintah terus memperkuat langkah stabilisasi sektor perunggasan guna mencegah tekanan deflasi yang lebih dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras. Intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi hingga distribusi, demi menjaga keberlanjutan usaha peternak sekaligus kestabilan harga di konsumen.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pemerintah berfokus mengembalikan harga di tingkat peternak ke level yang wajar setelah berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP).

Menurutnya, harga ayam ras hidup maupun telur ayam ras saat ini telah turun sekitar 8 persen di bawah HAP, sehingga memicu keluhan dari para peternak.

“Kami akan lakukan intervensi justru (terhadap) rendahnya harga ayam ras tingkat peternak. Ini di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sudah 8 persen. Kemudian telur ayam ras sudah 8 persen. Ini sudah berteriak teman-teman (peternak) ini. Ini yang akan kami dorong juga mengembalikan (kewajaran). Ini dibawah HAP tapi harus naikkan lagi, tentu akan berdampak pada IPH,” papar Ketut dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Dalam pantauan harga di tingkat produsen sampai 17 Mei, rerata harga secara nasional untuk ayam pedaging hidup berada di Rp 22.783 per kilogram (kg) atau 8,87 persen dibawah HAP yang ditetapkan di Rp 25.000 per kg. Sementara telur ayam ras berada di Rp 24.356 per kg atau 8,09 persen dibawah HAP Rp 26.500 per kg.

Prinsip keseimbangan dan kewajaran harga dalam rantai pasok pangan yang diutamakan pemerintah untuk menjaga produksi dalam negeri terus terjaga. Sementara level harga di konsumen juga tidak boleh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang sudah ditetapkan.

“Kami juga segera action bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan dalam rangka menstabilkan kembali harga telur ayam ras di tingkat produsen. Kami bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk bisa menyerap langsung ke peternak. Jangan sampai harga sudah terlanjur dibawah, (malah terjadi) demo dan lain sebagainya,” ucap Ketut.

“Selanjutnya Bapak Kepala Badan sudah menandatangani pendistribusian SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) jagung, ini membantu sekali. Jagung di tingkat peternak ini berkisar antara Rp 6.700-an, SPHP ini diberi harga Rp 5.000-an. Ini sangat berarti. Dengan bantuan SPHP jagung ini, mereka bisa menikmati keuntungan yang masih wajar,” tambah dia.

Dalam program SPHP jagung pakan, untuk harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp 5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Hingga 17 Mei, Perum Bulog telah menyalurkan SPHP jagung pakan hingga 5,97 ribu ton. Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur tercatat paling tinggi di angka 4,39 ribu ton. Kemudian Kanwil Jawa Tengah 1,14 ribu ton, Kanwil Yogyakarta 270 ton, Kanwil Jawa Barat 113 ton, Kanwil Sulsel Sulbar 35,6 ton, Kanwil Nusa Tenggara Barat 9,8 ton, dan Kanwil Riau Kepri 0,5 ton.

Adapun untuk saat ini target salur secara nasional sebanyak 213,2 ribu ton. Stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sendiri per 18 Mei berada di angka 234 ribu ton. Secara beriringan, Bapanas memastikan Bulog terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri yang capaiannya telah menyentuh 194,2 ribu ton sejak awal tahun 2026 sampai 18 Mei.

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Tanggung PPN 100% Tiket Pesawat Libur Sekolah dan Nataru

Published

on

Majalahtani.com – Pemerintah menyiapkan stimulus transportasi udara berupa pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat udara penerbangan domestik kelas ekonomi. Kebijakan ini berlaku pada periode liburan sekolah (24 Juni-5 Juli 2026).

“Anggaran yang diperkirakan sekitar Rp472,7 miliar dengan target sebanyak 2,3 juta penumpang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip Rabu (27/5/2026).

Selanjutnya, pada periode Nataru (22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027), anggaran PPN DTP yang disiapkan mencapai Rp722 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3,7 juta penumpang.

“Pada periode ini, pemerintah juga memberikan tambahan komponen diskon yaitu PJP2U (Airport Tax) diskon sebesar 50% dan PJP4U sebesar 50%,” ungkap Airlangga.

Di luar dari itu, pemerintah juga menyiapkan diskon transportasi periode liburan sekolah dengan total anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp190,5 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.899.

Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30 persen dari harga tiket untuk periode perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026, angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30 persen dari tarif dasar untuk periode perjalanan 20 Juni–15 Agustus 2026, dan angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 20 Juni–5 Juli 2026.

Sementara itu, pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), diperkirakan anggaran sebesar Rp161,4 miliar dengan target penerima manfaat 2.874.581 orang.

Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30 persen dari harga tiket untuk periode perjalanan 22 Desember 2026–4 Januari 2027, angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30 persen dari tarif dasar untuk periode perjalanan 17 Desember 2026–10 Januari 2027, dan angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 22 Desember 2026–10 Januari 2027.

Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan untuk ASN

Published

on

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok: Humas Kemenko Perekonomian)

Majalahtani.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan hasil evaluasi pelaksanaan transformasi budaya kerja melalui kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berjalan cukup baik. Hal ini ditandai dengan penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Tadi kita evaluasi terkait WFH (Work From Home), dalam dua bulan dan terlihat hasilnya cukup baik, dimana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen, jadi hasilnya cukup baik,” kata Airlangga di Kantornya, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Airlangga menyebut kebijakan FWH akan terus dievaluasi untuk menjaga efektivitas tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung efisiensi aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan hasil evaluasi, maka pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan WFH kembali selama bulan ke depan.

“Oleh karena itu tadi diputuskan untuk dilanjutkan dua bulan ke depan,” ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan lanjutan terkait WFH akan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian/Lembaga terkait termasuk untuk sektor swasta.

“Kemudian untuk daerah dari Pak Mendagri, kemudian untuk BUMN, kemudian kepala badan pengatur daripada BUMN, dan swasta nanti dari Pak Menaker,” ungkap dia.

Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi dan Capaian Swasembada Pangan Jawa Tengah Tuai Pujian

Published

on

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Dok: Humas Pemprov Jateng)

Majalahtani.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi, memuji capaian pertumbuhan ekonomi dan kinerja program swasembada pangan di Jawa Tengah pada 2026.

Wanita akrab disapa Kiki itu mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, memiliki program swasembada pangan, yang disusun berdasarkan pemetaan potensi daerah. Selanjutnya, menyusun program yang tepat untuk mendukung keberhasilannya.

“Pak Luthfi punya program padi dan jagung (swasembada pangan) yang mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Frederica, saat membuka acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”, yang digelar di Balai Kartini Grand Ballroom Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, strategi yang dijalankan merupakan wujud komitmen kuat dalam memajukan wilayah, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Karenanya, OJK juga mendorong sektor jasa keuangan untuk ikut serta mendukung program yang telah dijalankan di daerah.

Sebagai informasi, capaian produksi padi di Jawa Tengah hingga April 2026 pun tergolong tinggi. Per Triwulan I 2026 telah mencapai 4.696.422 ton, atau sekitar 44,48 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton.

Sementara, berdasarkan data BPS, prognosa padi Jateng periode Januari – Juni 2026 sebesar 5.674.991 ton GKG. Angka tersebut menduduki peringkat 2 setelah Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengatakan untuk mencapai swasembada pangan 2026, pihaknya melakukan berbagai upaya yang untuk menggejot produktivitas. Sebab, pada 2026 ini, musim kemarau diprediksi lebih panjang dibanding pada 2025.

Untuk mengatasinya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sudah diintruksikan untuk menjamin ketersediaan air.

Langkah berikutnya, imbuh Luthfi, menyiapkan petani milenial. Caranya, melatih petani-petani muda melalui Program Kecamatan Berdaya. Langkah itu dilakukan dengan berkolaborasi bersama Kementerian Pertanian.

Selain itu, papar Luthfi, Pemprov Jateng juga mengangkat UMKM agar naik kelas melalui pelatihan, permodalan hingga pendampingan penjualan produk.

Keberhasilan program swasembada pangan, jelasnya, secara tidak langsung turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, yang berkontribusi pula pada pertumbuhan ekonomi di level nasional.

Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan I – 2026 sebesar 5,89 persen. Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,61 persen.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, juga memberikan pujian atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Sebab, pertumbuhan ekonomi Jateng di atas nasional.

“Kalau daerah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, akan jadi bandul (memperberat),” ujarnya.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Majalah Tani. | All Right Reserved