Connect with us

Data Pangan

Wamentan Sebut Stok Beras di Masyarakat Melimpah 

Published

on

Majalahtani.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya ditopang oleh stok pemerintah, tetapi juga oleh ketersediaan beras di masyarakat serta potensi produksi yang masih akan berlangsung hingga akhir tahun.

“Beras yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai hampir 12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton setara dengan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan,” ujarnya dikutip Senin (20/4/2026).

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus memperkuat peran Bulog dalam menjaga keseimbangan harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mengoptimalkan instrumen serapan gabah sebagai langkah menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan nasional.

“Kami optimistis target serapan gabah setara beras pada tahun 2026 sebesar 4 juta ton dapat tercapai seiring meningkatnya produksi padi nasional. Target ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton,” Tuturnya.

Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu menegaskan, bahwa Bulog memiliki peran strategis sebagai penyangga harga dalam sistem pangan nasional.

“Penjamin harga itu Bulog. Ketika harga jatuh, negara hadir melalui Bulog dengan membeli gabah dari petani dengan harga yang baik sehingga kesejahteraan petani terjamin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bulog menyerap sekitar 10 hingga 15 persen dari total produksi beras nasional. Dengan produksi sekitar 34,5 juta ton, cadangan yang dikelola Bulog berada di kisaran 3,6 hingga 3,7 juta ton sebagai buffer stock.

Menurutnya, intervensi tersebut penting terutama saat panen raya, ketika suplai melimpah dan berpotensi menekan harga di tingkat petani.

Sebaliknya, pada saat produksi menurun dan harga cenderung meningkat, cadangan beras akan dikeluarkan ke pasar untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau.

“Jadi harga di tingkat petani dijaga melalui HPP, dan di tingkat konsumen dijaga melalui HET agar keduanya tidak dirugikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menambahkan bahwa penguatan peran Bulog juga didukung melalui kebijakan pemerintah, termasuk Instruksi Presiden terkait percepatan serapan gabah nasional.

Ia menyebut, target serapan sebesar 3 juta ton pada tahun 2025 didukung alokasi anggaran sekitar Rp16,5 triliun.

“Untuk mengelola pangan negara, dibutuhkan aturan yang kuat dan dukungan anggaran yang memadai. Karena itu, peran Bulog terus diperkuat,” pungkasnya.

Data Pangan

Cadangan Beras Pemerintah Hampir Tembus 5 Juta Ton 

Published

on

Majalahtani.com – Pemerintah mencatat capaian signifikan pada stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok yang dikelola Perum Bulog kini telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

“Hari ini stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan Insya Allah hari Kamis nanti sudah 5 juta ton,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Senin (20/4/2026).

Kokohnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tersebut juga disebut Amran sebagai persiapan menghadapi kemungkinan El Nino. Indonesia sudah berpengalaman menghadapi El Nino, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu (kemungkinan) 6 bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. (Tahun) 2015, 2023, 2024. (Sekarang) kita sudah siapkan lebih awal. Jadi insya Allah aman,” kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Dalam catatan Bapanas, stok CBP saat ini yang sudah tembus 4,9 juta ton mengalami pelejitan eksponensial hingga 221,7 persen jika dibandingkan persiapan puncak El Nino sebelumya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino pada tahun 2023 terjadi pada Oktober sampai Desember.

Kala itu, stok CBP Indonesia berada di angka 1,52 juta ton pada September 2023. Dengan peningkatan hingga 221,7 persen terhadap stok CBP saat ini menandakan kesiapan pemerintah untuk menyokong masyarakat apabila benar-benar terjadi fluktuasi sebagai imbas El Nino.

“Hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Siapa pun yang ragu dengan data ini, silakan cek ke gudang Bulog. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami sampaikan hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Insya Allah minggu depan, paling lambat Kamis atau Jumat, sudah 5 juta ton dan jadi yang tertinggi selama Republik Indonesia berdiri,” ungkap Amran penuh keyakinan.

Pencapaian ini juga berkat peningkatan produksi beras dalam negeri, sehingga mulai tahun 2025, Indonesia sudah setop impor beras. Torehan penghentian impor beras tersebut juga dapat dilihat pada laporan Rice Outlook April 2026 yang disusun oleh United States Department of Agriculture (USDA).

Indonesia dilaporkan USDA mengalami perubahan tahunan (annual changes) impor beras tahun 2025 yang paling signifikan dibandingkan 79 negara lainnya. Indonesia disebutkan mencatatkan minus 3,8 juta ton untuk impor beras tahun 2025 dibandingkan impor beras di tahun sebelumnya.

Sementara negara pengimpor beras paling besar di 2025 adalah Filipina. Menurut USDA, Filipina mengimpor hingga 3,6 juta ton selama tahun 2025. Meskipun menurun 1,8 juta ton terhadap impor beras 2024, Filipina diproyeksikan menambah lagi impornya di 2026 hingga 1,8 juta ton menjadi kisaran 5,5 juta ton.

Kemudian negara pengimpor beras terbesar kedua di dunia pada 2025 adalah Vietnam. Meskipun Vietnam aktif sebagai negara eksportir beras hingga 8 juta ton di 2025, negara tetangga Indonesia ini juga masih harus melakukan impor beras sebanyak 3,5 juta ton di tahun lalu. Untuk tahun ini, USDA memprediksi impor beras Vietnam di 2026 naik menjadi 3,9 juta ton.

“Pangan kita, alhamdulillah aman. Indonesia sudah swasembada beras. Kemudian protein juga kita swasembada. Ayam telur kita sudah ekspor,” pungkas Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Sebagai implikasi positif dari swasembada pangan, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Perikanan secara nasional sejak Juli 2024 selalu terjaga diatas 120. Indeks NTP Tanpa Perikanan yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir pun tercapai pada Desember 2025 dan Februari 2026 yang sama-sama berada di 126,11.

Tak hanya itu, indeks harga yang diterima petani padi pun dalam data historis BPS juga terus terjaga konsisten dengan selalu berada di atas 130 poin sejak Juni 2024 sampai saat ini. Indeks terbaru pada Maret 2026 bahkan berada di 144,52 dan ini juga masih lebih tinggi dibandingkan Maret tahun lalu yang berada di 137,94.

Continue Reading

Data Pangan

Bulog Persilakan Warga Lihat Langsung Cadangan Beras di Gudang

Published

on

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (Dok: Humas Bulog)

Majalahtani.com – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) membuka akses transparansi data stok beras nasional dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi cadangan beras di gudang Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan keterbukaan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan pangan nasional dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel serta siap didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik, Bulog membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Senin (20/4/2026).

Ahmad Rizal menuturkan tingkat keterisian gudang Bulog mengalami peningkatan signifikan. Bulog saat ini mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan total kapasitas riil sebesar 3.061.484 ton yang telah teroptimalkan dalam mendukung penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Untuk mengantisipasi peningkatan volume stok, Bulig mengambil langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang filial (non-BULOG).

Hingga saat ini, tercatat 1.254 unit gudang filial dengan kapasitas riil sebesar 2.686.215 ton telah digunakan guna memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, serta tersebar merata di berbagai wilayah.

Adapun posisi stok beras Bulog saat ini mencapai 4.881.105 ton setara beras. Ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, serta memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

Dia menyampaikan bahwa optimalnya keterisian gudang merupakan cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam penyerapan hasil produksi dalam negeri. Hal ini sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.

“Dengan target penyerapan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras, kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Buloh melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia,” ujar dia.

Continue Reading

Data Pangan

Harga Pangan 20 April: Beras, Bawang, dan Telur Ayam Ras Kompak Naik

Published

on

Majalahtani.com – Pergerakan harga pangan nasional pada Senin, 20 April 2026 menunjukkan tren kenaikan di mayoritas komoditas utama. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kelompok cabai dan bawang, sementara sebagian kecil komoditas tercatat relatif stabil bahkan menurun.

Berdasarkan data panel harga Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 09:30 WIB di seluruh pasar tradisional, bawang merah ukuran sedang tercatat mencapai Rp53.900 per kilogram atau naik sekitar 14,93 persen dibandingkan sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang kini berada di level Rp43.050 per kilogram, meningkat 7,36 persen.

Pada kelompok beras, harga cenderung menguat di hampir seluruh kualitas. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing tercatat Rp16.550 dan Rp16.050 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium I berada di Rp16.550 per kilogram dan medium II Rp17.000 per kilogram. Beras kualitas super I dan II masing-masing mencapai Rp17.550 dan Rp17.750 per kilogram.

Tekanan harga paling tinggi terlihat pada komoditas cabai. Cabai merah besar melonjak menjadi Rp62.250 per kilogram atau naik lebih dari 36 persen. Cabai merah keriting juga meningkat tajam menjadi Rp58.850 per kilogram. Cabai rawit merah masih menjadi komoditas termahal dengan harga Rp78.850 per kilogram, meski kenaikannya relatif terbatas.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar naik menjadi Rp43.800 per kilogram. Daging sapi kualitas I tercatat Rp148.250 per kilogram dengan kenaikan tipis, sedangkan daging sapi kualitas II justru turun menjadi Rp132.250 per kilogram atau terkoreksi sekitar 5,5 persen.

Komoditas gula pasir premium naik ke Rp21.400 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di Rp19.950 per kilogram.

Minyak goreng juga menunjukkan tren kenaikan, baik minyak goreng curah yang mencapai Rp20.700 per kilogram maupun minyak goreng kemasan bermerek yang masing-masing berada di Rp25.750 dan Rp24.350 per kilogram.

Sementara itu, telur ayam ras segar tercatat Rp35.900 per kilogram atau naik sekitar 10,65 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Majalah Tani. | All Right Reserved